Rabu, 27 April 2011

Macam-Macam PERANG


I.      PERIODE PERANG MEMBELA DIRI

1.      Perang Badar Al-qubra

    Mendengar berita mengenai rencana kedatangan kafilah perdagangan kaum quraisy dari Syam di bawah pimpinan Abu Sofyan bin Harb, Rasulullah saw langsung mengajak kaum muslimin untuk mencegah dan merampas kafilah tersebut di bawah komandonya, dengan alsan sebagai ganti rugi atas kekayaan mereka yang di rampas oleh kaum musyrikin di mekkah, dan anjuran rasulullah di sambut oleh sebagian kaum muslim.
    Abu sofyan pun mendengar berita tersebut, kurir yang bernama Dhamdham bin Amer Al-Ghifari di utusnya untuk menyampaikan ke pada kafir quraisy agar mereka meminta bantuan guna  menyelamatkan harta kekayaannya, mereka berjumlah sekitar 1000 personil.
    Setelah menerima kabar keberangkatan kafir quraisy rasulullah segera meminta pendapat kepada para sahabatnya tentang pendirian beliau . Kaum Muhajirin sangat mendukungnya di antaranya: Al- miqdad bin Amer dengan tegas menyatakan : ‘Ya Rasulullah, laksanakanlah apa yang telah di perintahkan AllahKepada anda kami tetap bersama anda…..”Kemudian Rasulullah menjawab “Kemukakanlah pandangan kalian kepadaku, wahai manusia.” Kemudian Sa’d bin mu’adz menjawab “ Demi Allah tampaknya engkau menghendaki ketegasan sikap kami, Ya Rasulullah?” Nabi saw menjawab “benar!!.” Sa’d berkata “kami telah beriman kepada anda dan kami menjadi saksi bahwa apa yang telah anda bawa adalah benar.”
    Mendengar jawaban sa’d ini rasulullah saw merasa puas dan senang , kemudian beliau memerintahkan:
“ Berangkatlah dengan hati gembira , karena sesungguhnya Allah swt telah menjanjikan kepadaku salah satu di antara dua golongan Demi Allah, aku seolah2 melihat tempat mereka bergelimpangan…..”
    Rasulullah saw mulai mencari berita tentang keberadaan abu sofyan melalui intelnya, dan mereka telah mengetahui bahwa kaum quraisy berjumlah +1000 personil berikut tokoh kaum musrikin.
    Sebenarnya rombongan Abu sofyan telah selamat dan menyuruh kurirnya mengabarkan ke mekkah tetapi abu jahal tetap bersikeras untuk melanjutkan perjalanan sambil mengatakan:
“ Demi Allah, kami akan pulang sebelum tiba di badr. Di sana kami akan tinggal 3 hari, memotong ternak, makan beramai-ramai dan meminum arak sambil menyaksikan perempuan2 menyanyikan lagu2 hiburan. Biar seluruh orang arab mendengar perjalanan kita semua dan biarlah mereka tetap gentar kepada kita selama2nya…..”
    Sampailah rombongan abu sofyan ke lembah badr. Sedangkan rasulullah telah tiba di lembah seberang lain dengan posisi nyaris sehadap dengan lawan dekat mata air badr. Habbab bin mundzir bertanya kepada nabi saw:
    “ Ya rasulullah apakah dalam memilih tempat ini anda menerima wahyu dari Allah swt yang tidak dapat di ubah lagi? Ataukah berdasarkan tipu muslihat peperangan.? “ Rasulullah menjawab: Tempat ini ku pilih berdasarkan pendapat dan tipu muslihat peperangan. “ al-habbab mengusulkan : “ ya rasulullah jika demikian, ini bukan tempat yang tepat. Ajaklah pasukan pindah ke tempat air yang terdekat dengan musuh , kita membuat kubu pertahanan di sana dan menggali sumur2 di belakangnya, kita membuat kubangan dan kita isi dengan air hingga penuh. Dengan demikian kita akan berperang dalam keadaan mempunyai persediaan air minum yang cukup, sedangkan musuh kita tidak akan memperoleh air minum. “ Rasulullah saw menjawab: “ pendapatmu sungguh baik.”
Rasulullahkemudian bergerak dan pindah ke tempat yang di usulkan oleh al-habbab.
Di samping itu sa’d bin mu’adz mengusulkan supaya di buat kan ‘arisy (kemah)untuk nabi saw sebagai tempat perlindungan, dengan harapan supaya bila ada sesuatu, nabi saw dapat kembali dengan mudah dan selamat kepada kaum muslimin di madinah.
Selanjutnyua rasulullah dengan khusyu memanjatkan do’a kepada Allah swt pada malam jum’at tgl 17 ramadhan di antara do’a yang di ucapkan adlah: ”Ya Allah inilah kaum Quraisy yang dating dengan segala kecongkakan dan kesombongannya untuk memerangi engkau dan mendustakan rosulmu. Ya Allah , tunaikanlah janji kemenangan yang telah engkau berikan kepadaku. Ya Allah kalahkanlah mereka esok hari…..”
Pada suatu pagi hari jum’at tahun kedua hjriah mulailah pertempuran antara kaum musyrikin dengan kaum musl;imin. Memulai pertempuran ini rasulullah mengambil segenggam kerikil kemudian dilemparkannya kearah kaum quraisy seraya berkata: ( “ hancurlah wajah2 mereka ” ), kemudian meniupkannya kearah mereka sehingga menimpa mata semua pasukan quraisy. Akhirnya peperangan di menangkan oleh kaum muslimin. Dari pihak kaum musyrikin tewas 70 orang dan tertawan 70 orang sedangkan di pihak kaum muslimin tewas 14 orang gugur menggapai syahid.
Mayat2 kaum musyrikin yang terbunuh di lemparkan kedalam sumur tua di badr. Ketika mayat di lemparkan rasulullah berdiri di perigi itu seraya memanggil nama2 mereka berikit bapak2nya atau binnya.
“ Wahai fulan bin fulan wahai fulan bin fulan , apakah kalian telah berbahagia karena kalian telah menaati Allah swt dan rasulnya? Sesungguhnya kami telah menerima kebenaran janji Allah swt yang di berikan kepada kami, apakah kalian juga menyaksikan kebenaran yang di janjikan Allah swt kepada kalian?.”
Mendengar ini umar bertanya: “ Ya rasulullah , kenapa anda mengajak bicara jasad yang sudah tidak bernyawa? Beliau menjawab.”
“ Demi dzat yang diri Muhammad berada di tangannya kalian tidak lebih mendengar perkataan ku dari pada mereka!.”
Rasulullah meminta pendapat para sahabatnya akan keberadaan tawanan. Abu bakar ra mengusulkan agar nabi membebaskan tawanannya dan mengambil tebusan dari padanya.
Sementara umar bin khathab ra mengusulkan supaya mereka di bunuh saja. Tetapi nabi lebih condong kepada Abu bakar yang memberikan belas kasihan kepada mereka.
Ayat Alquran kemudian di turunkan menegur kebijaksanaan nabi saw, mendukung pendapat umar. Firman Allah swt:
Al anfal ayat 67: Tidak patut bagi seorang nabi mempunyai tawanan sebelum ia dapat melumpuhkan musuhnya di muka bumi………………..
Al anfal ayat 69: Maka makanlah dari sebagian rampasan perang yang telah kamu ambil itu…………….







2.      PERANG UHUD
   Perang uhud terjadi di latar belakangi oleh terbunuhnya para tokoh kafir quraisy sehingga memicu emosi para tokoh lainnya yang masih hidup seteleh peperangan badr. Mereka ingin membentuk pasukan yang beda guna menghadapi Muhammad saw, dengan dukungan dana dari seluruh hasil dari khafilah abu sofyan dan di dukung oleh kafir quraisy yang bernama “al-Ahabisy”  bahkan para istri mereka pun ikut serta mendukung peperangan tersebut.
Setelah mendengar kabar tersebut, Rasulullah mengadakan musyawarah dengan para sahabatnya, Abdullah bin ubay bin salul mengusulkan bertahan di kota madinah sedangkan sebagian besar para sahabat nabi menginginkan menghadapi musuh di luar madinah, lalu mereka berkata:
   “ Wahai rasulullah, bawalah kami keluar menghadapi musuh kita agar mereka tidak menganggap kita takut dan tidak mampu menghadapi mereka.”
   Kemudian rasulullah masuk ke dalam rumahnya lalu menganakan baju perang dan mengambil senjatanya.
   “ Ya rasulullah kami tadi telah mendesak anda untuk keluar padahal tidak selayaknya kami berbuat demikian. Karena itu jika anda suka duduklah saja.”
“ Tidak pantas bagi seorang nabi apabila telah memakai pakaian perangnya untuk meletakannya kembali sebelum perang.”
Pada hari sabtu tanggal 7 syawal 32 bulan setelah beliau hijrah. Beliau bersiap bersama 1000 orang pasukannya menuju uhud. Di tengah perjalanan Abdulah bin ubay bersama sepertiga pasukan pendukungnya melakukan desersi dan kembali pulang, dengan alas an yang di kemukakannya:
“ Nabi saw tidak menyetujui pendapatku bahkan menyetujui pendapat anak2 ingusan dan orang awam. Kami tidak tahu untuk apa kami harus membunuh diri kami sendiri?”
Abdullah bin harram berusaha mencegah dan mengingatkan mereka agar tidak menghianati rasulullah tetapi mereka menolak , bahkan mereka menjawab: “ seandainya kami tahu akan terjadi peperangan niscaya kami tidak akan mengikuti kalian.”
Kamudian turunlah firman:
“ Maka mengapa kamu menjadi dua golongan dalam menghadapi orang2 munafik , padahal Allah swt telah membalikkan mereka kepada kekafiran, di sebabkan usaha mereka sendiri? Apakah kamu ingin member petunjuk kepada orang2 yang telah di sesatkan oleh Allah swt? Siapapun yang di sesatkan Allah swt, sekali2 kamu tidak mungkin mendapatkan jalan untuk member petunjuk kepadanya.” (annisa’: 88).
Ada beberapa sahabat mengusulkan untuk meminta bantuan kepada orang yahudi karena mereka terikat perjanjian bilateral ( hubungan 2 negara ), tetapi  rasulullah menjawab.
“ kita tidak akan pernah meminta bantuan kepada orang2 musyrikin untuk menghadapi orang2 musyrik lainnya.”
Sekarang jumlah pasukan rasulullah tidak lebih dari 700 tentara . beliau menempatkan 500 pasukan pemanah di atas bukit yang terletak di belakang kaum muslimin itu beliau menunjuk Abdullah bin jubair sebagai pasukkan pemanah kemudian rasulullah berpesan:
“ Berjagalah di tempat kalian ini dan lindungilah pasukan kita dari belakang. Bila kalian melihat pasukan kita berhasil mendesak dan menjarah musuh, janganlah sekali2 kalian turut menjarah , demikian pula andai kalian melihat pasukan kita banyak yang gugur janganlah kalian bergerak membantu.”
Pada hari menjelang uud , rasulullah memegah sebilah pedang kemudian bertanya kepada pasukkannya : “ siapakah di antara kalian yang sanggup memenuhi fungsi pedang ini?” Abu Duajanah menyanggupi memenuhi fungsinya dan menerima pedang dari tangan rasulullah saw, kemudian Abu Duajanah mengambil kain merah dan mengikatkannya di kepala sambil berjalan mengelilingi barisan dengan membanggakan diri melihat ini rasulullah bersabda:
“ Sesungguhnya cara berjalan seperti itu di murkai oleh Alla swt kecuali pada tempat ( dan peristiwa ) seperti ini ( perang ).
Mush’ab bin umar adalah seseorang yang di pilih oleh rasulullah untuk memegang panji peperangn. Sedangkan di bagian lawan, sayap kanan di pimpin oleh Khalid bin walid dan di sayap kiri di pimpin oleh Ikrimah bin abu jahal.
Mush’ab bin Umair gugur di hadapan rasulullah sawkemudian panji di ambil oleh Ali bin Abi Thalib. Allah swt pun menurunkan pertolongannya sehingga kaum musyrikin lari mundur terbirit2 meski para istri mereka mengucapkan sumpah serapah.
Kaum muslimin terus mengejar sambil mengumpulkan barang rampasan . melihat ini pasukan pemanah yang bertugas mengawal di atas bukit tertarik untuk turun mengambil barang rampasan bersama para sahabat yang lainnya, kecuali pemimpin mereka yang tetap setia menjaga bukit seraya berkata ;    “Aku tidak akan melanggar perintah Rasulullah saw.”
Melihat bukit yang sudah tidak terjaga lagi kecuali beberapa orang itu Khalid bin Walid bersama pasukannya pun melancarkan serangan balik dan di ikuti oleh ikrimah dari sayap kiri. Sehingga mereka berhasil membunuh pasukan pemanah yang masih setia termasuk Abdullah bin Jubair, dan mulailah mereka melakukan serangan balik terhadap kaum muslimin dari arah belakang.
Mereka melempari Rasulullah dengan batu hingga beliau luka parah pada bagian rahangnya, Rasulullah bersabda:
“ Bagai mana mungkin suatu kaum mendapatkan kemenangan , sedangkan mereka mengalirkan darah di wajah nabinya yang mengajak mereka ke jalan Allah swt.”
Orang2 yahudi mulai menunjukan kebenciannya terhadap orang muslimin dan mengolok2 serta berceloteh tentang kemenangan mereka dan mempertanyakan kemenangan yang pernah mereka mimpikan bersama rasulullah saw. Lalu Allah swt menurunkan ayat berkaitan dengan perang uhud.    
“ Dan ingatlah , ketika kamu berangkat pada pagi hari dari rumah keluargamu dalam rangka menempatkan para mu’min pada beberapa posisi untuk perang. Dan Allah SWT maha mendengar lagi maha mengetahui.“ ( Ali imran: 121).
Sampai dengan firman Allah:
“ Orang2 yang tidak turutikut berperang itu berkata kepada saudara- saudaranya: “ Sekiranya mereka mengikuti kita tentulah mereka tidak akan terbunuh.” Kataknlah: “tolaklah kematian itu dari dirimu, jika kamu orang 2 benar.” (Ali-Imran: 168).
3.     Perang Dzatur Riqa’
Sebab terjadinya peperangan ini , karena adanya pengkhianatan sebagian besar kabilah Nejd terhadap kaum muslimin . pengkhianatan ini mengakibatkan terbunuhnya 70 da’I yang keluar untuk menyeru ke jalan Allah swt.
Rasulullah saw berangkat menuju kabilah2 muharib dan bani
Tsa’ labah. Waktu itu rasulullah saw mwngangkat Abu Dzar al-ghiffari sebagai amir madinahTetapi Allah memasukkan rasa takut terhadap kabilah2 itu padahal seperti di katakana ibnu hisyam, mereka berjumlah sangat besar sehingga mereka melarikan diri dari kemungkinan serbuan kaum muslimin dan tidak terjadi serbuan sama sekali.
Sungguh demikian kisah peperangan ini mencatat beberapa peristiwa yang perlu kita renungkan di antaranya ialah:
a.       Di riwayatkan di dalam ash-shahihain dari abu musa al-Asy’ari ra. Ia berkata: “kami keluar bersama rasullulah saw dalam suatu peperangan. Waktu itu kami 6 orang bergantian mengendarai satu unta.” Lanjut Abu Musa al-Asy’ari: “Kemudian telapak kaki kami pecah2 dan kuku kami copot. Waktu itu kami membalut kaki kami dengan sobekan kain. Sehingga aku menyebut peperangan ini dengan perang Dzatur Riqaa’ (sobekan kain).
b.        Bukhari dan muslim meriwayatkan bahwa nabi saw melaksanakan shalat khauf di peperangan Dzatur Riqaa’. Satu kelompok berbaris bersama Rasulullah saw, sementara satu kelompok lainnya menghadap kearah musuh. Kemudian Rasulullah saw shalat satu rakaat bersama kelompok yang berbaris itu lalu beliau berdiri tegak sementara mereka menyempurnakannya. kemudian mereka mundur lalu berbaris menghadap musuh sedangkan kelompok yang kedua maju kemudian rasulullah saw mengimami mereka melanjutkan rakaatnya yang masih belum selesai. Kemudian Rasulullah saw duduk sementara mereka menyempurnakan shalat kemudian salam mengikuti Rasulullah saw.
c.       Bukhari juga meriwayatkan dari jabir ra: “ ketika nabi saw kembali kamipun ikut kembali bersamanya. Ketika dating waktu qailulah ( tengah hari) kami tiba di suatu lembah yang banyak pepohonannya. Rasulullah saw istirahat di bawah pohon dan menggantungkan pedangnya di situ ,
     “jabir melanjutkan: ‘Kemudian kami tidur pulas, tetapi tiba2 Rasulullah memangil kami. Setelah kami datang ternyata di sisinya ada seorang arab gunung sedang duduk. Kemudian Rasulullah bersabda: “orang ini telah mengambil pedangku waktu aku sedang tidur, ketika aku terjaga, seraya menghunus pedang dia berkata , siapakah yang dapat menyelamatkan mu dari pedangku? Lalu aku menjawab, Allah SWT, Nah sekarang ia sedang duduk di sini…… Kemudian Rasulullah pun tidak memberikan hukuman apa2 kepada orang itu.”
d.        Ibnu Ishaq an Ahmad meriwayatkan dari jabir ra, Ia berkata: “ kami pernah berangkat bersama Rasulullah saw pada peperangan Dzatur Riqaa, pada kesempatan itu tertawanlah seorang wanita dari kaum musyrikin. Setelah Rasulullah berangkat pulang, suami dari wanita itu yang sebelumnya tidak ada di rumah , baru dating. Kemudian lelaki itu bersumpah tidak akan berhenti mencari istrinya sebelum dapat mengalirkan darah para sahabat Muhammad saw lalu lelaki itu keluar mengikuti jejak nabi saw.
     Kemudian Nabi saw turun ke tempat lalu bersabda: “ siapakah di antara kalian yang bersedia  menjaga semua mala mini? Jabir berkata, kemudian majulah dari seorang muhajir dan seorang dari anshar, lalu keduanya berkata: “kami wahai Rasulullah!”. Nabi saw berpesan : jagalah kami di mulut lorong ini “ waktu itu nabi sedang beristirahat bersama sahabatnya di suatu lorong dari sebuah lembah.”
     Sahabat muhajir dan Anshar  bergantian menjaga Rasulullah sahabat muhajir kena jaga akhir malam sedangkan sahabat anshar di awal malam sahabat muhajir langsung berbaring dan tidur sedangkan sahabat anshar melakukan shalat di saat beliau shalat datanglah lelaki musyrik itu lalu mengenali bahwa sahabat Anshar itu sedang melakukan penjagaan, kemudian orang itu memanahnya dan tepat mengenainya lalu sahabat anshar mencabutnya dan terus berdiri tegak dan kejadian itu terulang 3 kali yang ke 3 kalinya orang itu memanahnya dan tepat mengenainya , lalu di cabutnya juga kemudian sahabat itu ruku dan sujud. Baru ia membangunkan sahabatnya seraya berkata: “Duduklah karena aku telah di lukai. Sahabat Muhajir pun melompat dan melihat sahabatnya telah berlumuran darah dan ia pun berkata: “Subhanallah… mengapa kau tak membangunkanku  sejak tadi?”  Dia menjawab: “Aku sedang membaca satu surat dan aku tidak ingin memutusnya. Setelah orang itu berkali2 memanahku baru aku ruku dan memberitahukan kepadamu. Demi allah , kalu bukan karena takut mengabaikan tugas penjagaan yang di perintahkan Rasulullah saw kepadaku niscaya nafasku akan berhenti sebelum aku membatalkan shalat.”
e.       Telah meriwayatkan Bukhari, muslim ,Ibnu sa’ad di dalam Thabaqatnya dari ibnu Hisyam di dalam Syirahnya, dari jabir bin malik ra, berkata: “ Aku pernah keluar bersama Rasulullah saw ke peperanga Dzatur Riqaa, dengan mengendarai untaku yang sgt lemah lalu beliau meminta tongkatku dan memukul pada untaku beberapa kali pukulan.
·        “Maukah kau menjual untamu padaku wahai jabir? Wahai Rasulullah aku hadiahkan saja padamu lalu nabi pun menawarnya sampai tawarannya harganya hingga 1 Uqiyah dan jabirpun menyepakatinya.”
·        “Wahai jabir apakah kamu sudah menikah? Sudah wahay rasulullah, Gadis atau Janda? Janda .
·        Mengapa tidak memilih gadis sehingga kamu dan dia bisa bercumbu mesra? Sesungguhnya ayahku telah gugur di uhud. Dia meninggalkan 9 anak perempuan. Aku menikah dengan wanita yang pandai mengemong , terampil merawat, dan mengasuh mereka.















4.   Perang Bani Musthaliq (Muraisi)
       Perang ini terjadi pada Sya’ban tahunke 5 hijriah , dalilnya adalah keikut sertaan Sa’ad bin Mu’adz dalam peperangan ini.
       Sebab terjadinya peperangan ini karena nabi saw mendengar bahwa bani Mushtaliqtelah berkumpul di bawah pimpinan Haris bin Dhirar untuk menyerang nabi saw. Tidak lama setelah mendengar berita ini , Rasulullah saw langsung keluar kearah mereka sampai bertemu di dekat telaga al-Muraisi. Di sinilah terjadi pertempuran sengit sampai Allah swt mengalahkan Bani Musthaliq. Kemudian Rasulullah membagikan Ghanimah (Rampasan) kepada orang2 yang ikut berperang.       
       Dalam peperangan ini kaum munafiqin juga turut serta membela kaum muslimin karena mereka sudah beberapa kali mendengar kemenangannya padahal dahulu mereka tidak mau ikut, dan jika ada orang yang ikut berperang maka ia akan mendapatkan ghanimah (harta hasil rampasan perang) itu lah yang melatar belakangi ke ikut sertaan kaum munafiqin.
·            Bukhari dan muslim meriwayatkan melalui 2 jalan yang berlainan bahwa sebagian sahabat, dalam peperangan ini meminta fatwa kepada Rasulullah saw tentang ‘azl
( mengeluarkan mani di luar , pada waktu bersenggama). Pertanyaan ini di kemukakan para sahabat menyusul pembagian tawanan perang kepada mereka. Kemudian Rasulullah saw menjawab: “ Tidak ada dosa bagi kalian jika kalian melakukannya. Tiada satupun peniupan ruh yang di tetapkan menjadi makhluk hidup sampai hari kiamat kecuali ia akan tetap hidup.”
·            Ibnu Sa’ad di dalam thabaqatnya dan ibnu Hisyamdi dalam sirahnya meriwayatkan bahwa seorang seorang pelayan umar bin khattab ra.bernama jahjah bin sa’id al-ghiffari  bertengkar dengan sinan bin wabr al jahni. Pertengkaran ini terjadidi dekat telaga al-muraisi’ ketika nabi saw singgah di situ. Keduanya berusaha ingin saling membunuh sampai sinan bin warb al jahni berteriak: “wahai kaum Anshar.” Sedangkan pelayan umar bin khathab juga berteriak: “wahai kaum muhajirin.”  Mendengar kejadian ini , Abdulah bin ubay bin salul berang dan berkata kepada orang2 munafiq yang mengelelenginya:
    “ Apakah mereka (muhajirin) telah melakukannya? Mereka telah menyaingi dan telah mengungguli jumlah kita di negeri sendiri. Demi Allah antara kita dan orang2 quraisy ini (kaum muslimin dan quraisy) tak ubahnya seperti apa yang di katakana orang. “ gemukkan anjingmu agar menerkammu.” “Demi Allah jika kita telah sampai di madinah, orang yang mulia pasti akan mengusir kaum yang hina (muhajirin).”
    Di antara orang yang mendengar ucapan Abdullah binubay bin salul ini ialah zaid bin arqam. Ia kemudian melaporkan berita tersebut kepada Rasulullah saw pada saat itu umar berada di samping Rasulullah saw lalu berkata: “wahai rasulullah perintahkan saja ibad bin bisyir untuk membunuhnya Rasulullah.” menjawab :” Bagai mana wahai umar jika orang2 berbicara bahwa Muhammad telah membunuh sahabatnya?, tidak.”
Kemudian turunlah surat munafiqin yang berbunyi:
        “ Mereka berkata: “Sesungguhnya jika kita telah kembali ke madinah ,benar2 orang yang kuat akan mengusir orang yang lemah dari padanya.” Padahal kekuatan itu hanyalah bagi Allah swt, bagi Rasulnya dan bagi orang2 mu’min, tetapi orang2 munafik itu tiada mengetahui." (al-munafiqun:8).
Setelah sampai di madinah Abdullah bin Abdullah bin Ubay dating menemui Rasulullah saw lalu berkata:
        “Saya dengar engkau ingin membunuh ayahku, jika benar engkau ingin melakukannya maka perintahkanlah aku , aku bersedia membawakan kepalanya kehadapanmu. Demi Allah tidak ada orang dari suku Khazraj yang di kenal lebih baik sikapnyakepada orang tuannya dari pada aku,Aku takut engkau memerintahkan orang selainku untuk membunuhnya, sehingga jiwaku tidak tahan membunuh melihat pembunuh Abdullah bin Ubayberjalan di tengah masyarakat  lalu aku membunuhnya pula . ini berarti aku membunuh seorang mu’min karena seorang kafir sehingga aku menjadi penghuni neraka.”
Tetapi nabi menjawab:
“Bahkan kita akan bersikap lemah lembut dan berlaku baik kepadanya, selama dia masih tinggal bersama kita.”
        Sejak itulah apabila Abdullah bin ubay bin salul mengemukakan suatu pendapat atau ucapan selalu di tenteng dan di kecam oleh kaumnya, kemudian Rasulullah berkata kepada umar bin khathab; “ bagai mana pendapatmu wahai umar? Demi Allah seandainya engkau membunuhnya pada hari kau katakana padaku  “bunuhnlah dia niscaya orang2 akan rebut. Tetapi seandainya aku perintahkan kamu untuk membunuhnya sekarang, apakah kamu akan membnuhnya juga? Jawab umar: “Demi Allah, aku telah mengetahui keputusan Rasulullah saw lebih besar berkahnya ketimbang pendapatku.”


5.        Perang Khandaq
        Perang Khandak di sebut juga perang Ahjab. Menurut Ibnu Ishaq,Urwah bin Zubair, Qatadah, Baihaqi dan jumhur ulama ‘ sirah menyebutkan bahwa peperangan ini terjadi pada bulan syawal tahun kelima hijri. Ada juga yang mengatakan pada tahun ke empat hijri pendapat yang terakhir ini di kemukakan oleh musa bin uqbahkemudian di riwayatkan oleh bukhari dan di ikuti oleh malik.
        Sebab terjadinya peperangan adalah bebearapa pemimpin yahudi dan bani nadhir bertangkat ke mekkah untuk mendorong kaum musyrikin Qurasymeluncurkan perang terhadap Rasulullah saw.
        Gambaran kerja kaum muslimin dalam menggali parit:
Imam bukhari meriwayatkan dari Barra’ra berkata: pada waktu perang ahzab saya melihat Rasulullah menggali perit dan mengusung tanah galian sampai saya tidak dapat melihat dada beliau. Dan menggali parit di sekitar kota mekkah adalah salah satu usulannya salman al-farisi.
        Sikap orang munafik dalam pengggalian Khandaq:  Ibnu hisyam meriwayatkan bahwa orang2 munafiq merasa enggan dalam mengerjakan penggalian parit bersama Nabi saw dan kaum muslimin.
        Bani Quraidhah melanggar perjanjian:          
Orang2 Quraisy bersama tokoh2 kaumnya mengadakan negosiasi dan pendekatan terhadap beberapa pendukungnya Nabi saw, untuk tidak ikut serta memerangi kaum Quraisy dan melakukan pengkhianatan terhadap Nabi saw.
        Lalu para pemimpin kafir quraisy telah menempatkan beberapa pasukannya di lembah2 dan dari segala penjuru untuk lebih awal menyerang Nabi saw.
        Mendengar berita tersebut Nabi saw mengutus Sa’ad bin Mu’adz untuk menyelidikinya tentang kebenaran berita tersebut ternyata memang benar beberapa para pemimpin suku yang telah terikat perjanjian dengan Rasulullah telah berkhianat, kemudian Rasulullah bersabda:
        “ Allah maha benar, bergembiralah wahai kaum muslimin.”
Keadaan kaum Muslimin Pada waktu itu:
        Melihat keadaan kaum muslimin terancam ini maka Rasulullah saw meminta pandangan sa’ad bin ‘ubadah untuk melakukan perdamaian dengan kabilah agar mereka tidak ikut serta memerangi kaum muslimin. Kemudian keduanya menjawab:
        “Wahay Rasulullah apakah pemikiran itu merupakan perintah yang engkau inginkan agar kami melaksanakannya kebijaksanaan yang engkau ambil untuk meringankan kami,?
Nabi saw menjawab:
        “ Hanya sekedar kebijaksanaan yang aku ambil untuk menghancurkan kepungan mereka terhadap kalian.”
 Pada saat itu Sa’ad bin mu’adz berkata kepada Nabi saw:
“Demi allah kita tidak perlu mengambil langkah itu. Demi Allah kami tidak akan rela memberikan sesuatukepada mereka selain dari pada pedang sampai Allah memutuskan sesuatu antara kami dan mereka.
Rasulullah pun tersenyum mendengar pendapat para sahabatnya.
Kekalahan kaum Musyrikin tanpa peperangan:
        Allah memberikan kemenangan kepada kaum muslimin dalam perang khandaq ini tanpa  melalui pertempuran. Allah mengalahkan mereka dengan dua sarana yang tidak melibatkan kaum muslimin sama sekali.
·        Dengan seoarang laki2 dari kaum musyrikin bernama Nu’aim bin Mas’ud yang dating kepada nabi saw menyatakan diri masuk islamyang kemudian menawarkan diri kepada Nabi sawuntuk melaksanakan segala perintahyang di inginkan oleh nabi saw. Lalu Nabi saw memberikan tugas untuk memecah kekuatan musuh. Kepada Nabi saw berpesan:
“Diantara kita , engkau adalah satu2nya orang yang dapat melaksanaka tugas itu. Bila engkau sanggup, lakukanlah tugas itu untuk menolong kita. Ketahuilah bahwa peperangan, sesungguhnya adalah tipu muslihat.”
·        Dengan mengirimkan angin taufan pada malam hari yang dingin dan mencekam. Angin taufan dating menghempaskan kemah2 mereka dan menerbangkan kuali2 mereka hal ini terjadi setelah mereka melakukan pengepungan kepada kaum muslimin selama 10 hari lebih.
        Pada ke esokan harinya seluruh kaum musyrikin kembali meninggalkan medan perang, dan Rasulullah pun bersama para sahabatnya kembali ke madinah.
        Selama perang Ahzab ini berlangsung Nabi saw tidak henti2na, siang dan malam, senantiasa beristigasah, merendahkan diri dan berdo’a kepada Allah untuk kemenangan kaum muslimin. Di antar ado’a yang di ucapkan adalah:
        “Ya, Allah, tuhan yang menurunkan kitab (Alquran) yang maha cepat hisabnya, kalahkanlah barisan Ahzab (golongan Musyrikin). Kalahkanlah dan goncangkanlah mereka.
        Imam Muslim menambahkan hadist lain bahwa Nabi saw bersabda pada perang Ahzab, (mereka kaum musyrikin) telah menyibukkan kita sehingga kita tidak sempat shalat Ashar. Semoga Allah swt memenuhi rumah2 dan kuburan2 mereka dengan api. Kemudian Nabi saw melaksanakannya (shalat Ashar) antara magrib dan Isya.

6.     Perang Banu Quraidhah
    Di sebutkan dalam ash-shahihain bahwa ketika Nabi saw kembali dari khandaq, tidak lama setelah meletakkan senjata dan mandi, Jibril lalu dating kepadanya lalu berkata:
“Apakah kamu sudah meletakkan senjata? Demi Allah , kami belum meletakkannya. Berangkatlah kepada mereka!.” Nabi saw bertanya , “kemana.?” Jibril menjawab “kesana”, seraya menunjukan kea rah perkampungan Banu Quraidhah. Kemudian Nabi saw berangkat mendatangi mereka.
       Nabi saw memerintahkan kaum muslimin untuk tidak shalat Ashar kecuali setelah sampai di banu quraidhah. Di tengah jalan tibalah waktu Ashar, sebagian berkata kami tidak akan shalat sehingga sampai di sana. sebagian lainnya berkata:  Kami akan melakukan shalat. Karena bukan itu yang di maksudkan Nabi saw.
       Tetapi beliau tidak mengecam atau menegur terhadap salah seorang pun di antara mereka.
       Rasulullah saw mengepung Banu Quraidhah yang bertahan di benteng2 mereka selama 25 malam, ada yang mengatakan selama 15 hari, sampai mereka menyerah dan Allah swt melemparkan rasa takut ke dalam  hati  mereka.
       Akhirnya mereka menyerah kepada ketetapan hokum Rasulullah saw. Karena orang2 yahudi Banu Quraidhah adalah sekutu suku Aus maka Nabi saw ingin menyerahkan ketetapan hokum mengenai mereka kepada salh seorang pemimpin Aus dalam hal ini Nabi saw, mempercayakan kepada Sa’ad bin Mua’adz.
       Waktu itu Sa’ad bin Mu’adz terkena panah di khandaq dan masih di rawat di kemah.ketika Rsasulullah mempercayakan keputusan tetang Banu Quraidhah ini kepadanya , ia datang dengan menunggang keledai. Setelah ia sampai di dekat masjid.
Nabi berkata kepada kaum Anshar:
“ Berdirilah kepada pemimpin kalian atau orang yang terbaik di antara kalian.”
Kemudian Nabi bersabda:
“sesungguhnya mereka ( orang2 ayahudi Banu Quraidhah ) menyerah kepada keputusanmu.”
  Sa’ad bin Mu’adz menetapkan:
“ Orang2 yang menerjunkan diri dalam perang di bunuh dan keluarga mereka di tawan.”
Keputusan Sa’ad bin Mu’adz ini di sambut baik oleh Rasulullahdengan mengucapkan:
“Engkau telah mengambil keputusan sesuai dengan hokum Allah.”
      Selanjutnya Mu;adz mengatakan :
“Ya Allah sesungguhnya engkau mengetahui bahwa tidaj ada orang yang lebih aku sukai untuk ku perangi selain dari kaum yang mendustakan Rasulmu dan mengusirnya. Ya Allah sesungguhnya aku yakin bahwa engkau telah mengakhiri peperngan antara kami dan mereka (Quraisy dan musyrikin). Jika masih ada peperangan melawan orang2 Quraisy maka berilah kesempatan kepada ku untuk berjihad melawan mereka di jalanmu, jika engkau telah meng akhiri peperangan maka letuskanlah lukaku ini dan jadikanlah kematianku padanya.”
Kemudian luka Sa’ad pun pecah darahnya mengalir ke dalam kemah dan menjadi sebab kematiannya.


II.  FATHU MAKKAH
  PERIODE BARU DALAM DA’WAH
1.     Perang  khaibar
Pada akhir Muharram tahun ketujuh hijriah Rasulullah saw bergerak menuju Khaibar.
Khaibar adalah sebuah kota besar yang memiliki banyak benteng dan ladang terletak 100 mil sebelah utara Madinah kea rah syam.
Ibnu Hisyam berkata: Setelah sampai di khaibar Nabi saw berkata kepada para sahabatnya “Berhentilah”, kemudian bermunajat kepada Allah:“Ya Allah penguasa langit dan segala keteduhannya, penguasa bumi dengan segala isinya, penguasa segala syetan dengan segala penyesatannya, dan penguasa angin dengan segala tiupannya: kami memohon kepadamu, Ya Allah, semua kebajikan yang ada di permukiman ini,segala yang baik dari penghuninya , dan segala kebaikan yang ada di dalamnya. Kami berlindung kepadamu , Ya Allah, dari keburukan yang dari pemukiman ini , dari penghuninyadan dari apa yang ada di dalamnya.”
       Selesai bermunajat, Rasulullah saw memerintahkan: “Majulah Bismillah………..”
Menyaksikan kedatangan Nabi saw mereka lari2 terbirit2 seraya berteriak: “ Muhammad dating beserta tentaranya!.”
Menyaksikan hal ini kemudian Nabi saw bersabda:
“Allah maha besar ! Hancurlah Khaibar ! Bila kami tiba di halaman suatu kaum, maka pagi harinya orang-orang yang telah di beri peringatan akan mengalami nasib buruk.”
       Benteng demi benteng dapat di taklukan oleh Rasulullah beserta pasukannya yaitu kaum muslimin , tetapi ada dua benteng yang bernama benteng al-wathih dan sulalim yang Rasulullah beserta kaum muslimin memeranginya hingga 10 malam.
Pada waktu perang khaibar, abu bakar memegang panji tetapi tidak berhasil menaklukannya lalu ia kembali, keesokan harinya panji itu di ambil umar ra tetapi ia pun tidak berhasil menaklukannya kemudian Nabi saw bersabda:
“Besok pagi panji peperangan akan ku serahkan kepada seseorang yang melalui kedua tangannyalah Allah menaklukannya (perkampungan ini).seorang yang mencintai Allah dan Rasulnya.”
“Di mana Ali?” mereka menjawab: “Wahai Rasulullah ia sedang sakit mata.” Rasulullah memerintahkan: “Panggil dia.” Setelah Ali di bawa ke hadapan Rasulullah saw lalu beliaupun meludahi kedua mata Ali seraya berdo’a. saat itu pula kedua mata Ali sembuh, kemudian Rasulullah menyerahkan panji itu kepadanya. Ali bertanya: “Wahai Rasulullah, apakah aku harus memerangi mereka sampai mereka jadi seperti kita (muslim)?”
Jawab Nabi saw:
“Kerjakanlah! Tetapi jangan tergesa-gesa tunggu sampai engkau tiba di halaman merek. Kemudian ajaklah mereka memeluk islamdulu dan beritahukan mereka kewajiban apa yang harus mereka lakukan terhadap Allah swt, Demi Allah, jika Allah memberi hidayah kepada seorang dari mereka melalui engkau, itu lebih baik dari pada engkau memperoleh nikmat berupa onta merah.”
       Kemudian Ali maju hingga berhasil menaklukkannya, dan kaum muslimin pun mengambil semua harta yang ada di dalam bentang-benteng itu sebagai barang rampasan.
       Meski sudah menang Rasulullah membolehkan para penduduk khaibar yang sudah di taklukkan untuk menggarap lahan2 mereka dan di olah sedemikian rupa.dengan imbalan separuh dari hasil panennya.. permohonan itu di kabulkan Rasulullah saw dengan persyaratan yang di kemukakan Nabi saw: “Kalau kami hendak mengusir kalian maka kalian harus bersedia kami usir.”
      
Ibnu Ishaq berkata: Setelah Rasulullah saw merasa aman dan tenang, Zainab binti Al-Harist, istri sallam bin misykan menghadiahkan kambing bakar kepada beliau.lalu Zainab bertanya bagian mana yang paling di sukai Rasulullah saw beliaupun menjawab : bagian pahanya…lalu Zainabpun dengan sengaja menaburkan bubuk racun keseluruh kambing terutama bagian paha. Ssetelah di hidangkan maka Rasulullahpun mencicipi dan mengunyahnya tetapi tidak sampai di telan.Rasulullah saw memuntahkan kunyahan itu seraya berkata: Tulang ini memberitahukan kepadaku bahwa ia mengandung racun. \
Sedangkan Basyar bin Barra bin Ma’rur yang ikut mencicipi bersama Rasulullah ikut menelannya sehingga menjadi sebab kematiannya.
Ada beberapa pendapt tentang Zainab binti Al-Harist, menurut Az-Zuhri dan sulaiman at-taimi memastikan di dalam Maghajinya bahwa wanita itu kemudian masuk Islam. Tetapi para ahli sejarah berselisih pendapat apakah nabi mengqhisasnya  atau tidak?
Ibnu Saad meriwayatkan dengan beberapa sanad bahwa Nabi saw manyerahkan kepada keluarga Basyar lalu mereka membunuhnya.
Tetapi yang Shahih adalah yang di riwayatkan oleh muslim bahwa Nabi sawbersabda kepadanya:
“Allah tidak akan mengijinkan kamu untuk membunuhku.”  Para sahabat bertanya: “Apakah kita tidak membunuhnya wahai Rasulullah.” Jawab Nabi saw .”Tidak.”
2.            Perang Mu’tah
Perang ini terjadi pada bulan jumadil Ula tahun ke-18 Hijri, Mu’tah adalah sebuah desa yang terletak di perbatasan Syam.Desa ini sekarang bernama Kirk.
Sebab terjadinya perang ini adalah terbunuhnya Al-Haris bin Umair al-Azdli ,utusan Rasulullah saw kepada Raja Bashrah

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar